Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf alaihi salam dan Zulaikha

gambar jambatan1Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa antara Nabi Yusuf alaihi salam dan Zulaikha ada maksud dan dorongan tertentu untuk berbuat sesuatu yang diluar batas seperti berzina. Akan tetapi Nabi Yusuf laihi salam menyedari dan melihat tanda-tanda Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan beliau lebih takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan itulah keiistimewaan Nabi Yusuf alaihi salam.Pada umumnya, lelaki yang memiliki ketampanan sering kali menggunakannya untuk kepuasan dirinya semata bahkan memanfaatkannya untuk menggoda wanita yang disenanginya. Akan tetapi berbeza dengan Nabi Yusuf alaihi salam. Pada ketika berlaku peristiwa itu, beliau malah masih boleh ingat kepada Allah dan menjauhi hal dan perbuatan yang keji dan mungkar. Apakah yang perlu kita tahu?Dari kisah cinta Nabi Yusuf alaihi salam tersebut, ada beberapa hal yang boleh diambil hikmah oleh kita sebagai umat muslim. Tentunya hikmah ini dapat kita aplikasikan dalam hidup seharian kita.Nabi Yusuf laihi salam walaupun tampan ia tidak pernah memanfaatkan ketampanannya hanya untuk keperluan pribadi atau sesuatu yang mudharat. Nabi Yusuf alaihi salam tidak pernah sombong apalagi membanggakan diri atas hal tersebut. Nabi Yusuf alaihi salam tidak mengilahkan ketampanannya. Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi lelaki mahupun wanita di zaman ini, bahwa ketampanan mahupun kecantikkan bukanlah di atas segala-galanya, tampan atau cantik bukan menjadi ILAH kita.Walaupun Nabi Yusuf alaihi salam menyimpan hasrat atau perasaan pada wanita tersebut (Zulaikha) ia mampu menjaga dan memeliharanya untuk tidak mengikuti hawa nafsu. Nabi Yusuf alaihi salam mampu menaklukkan hawa nafsu peribadinya agar tidak berbuat yang maksiat. Persoalannya bagaimana kita mahu mencontohi para nabi? Apakah cara untuk menjaga diri dan nafsu duniawi? Bagaimanakah kita sebagai manusia masih boleh ingat Allah dalam setiap situasi dan keadaan?Jika kita lihat dunia hari ini, kita dikejutkan dengan gejala keruntuhan moral. Pernahkah kita fikir apakah puncanya? Apakah yang menyebabkan manusia kini mudah kalah dengan pengaruh nafsu duniawi?Segalanya berpunca dari iman kita. Sama ada iman kita goyang atau teguh. Iman adalah lahir melalui pengetahuan kita kepada syahadah rukun islam pertama. Syahadah adalah merupakan tapak asas yang kukuh. Tanpa belajar ilmu syahadah maka itulah sebabnya iman menjadi goyang. Ya Salam Ya Allah Alhamdulillahi Robbil Alamin, Allahumma Solli A’la Saidina Muhammad Wa A’la Alihi Wasohbihi Wabarik Wasallim. Sebagai muslim, tentunya kita harus mengetahui kisah dan sejarah Nabi-Nabi yang terdahulu sebagai hikmah atau pelajaran dalam hidup. Sejatinya Nabi dan Rasul diturunkan oleh Allah mengembangkan risalah dakwah sebagaimana firman Allah: Dan Kami tidak menggutuskan seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya “Bahawasanya tidak ada ILAH selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”   (Surah Al-Anbiya’ ayat 25)   Nabi Yusuf alaihi salam adalah salah seorang nabi yang memiliki keteladanan dalam hal menjaga diri dan nafsu duniawi. Kisah Nabi Yusuf alaihi salam secara umum membuktikan bahwa kesabaran dan keikhlasan adalah hal yang membuahkan hasil yang tidak sia-sia dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalas dengan berlipat kenikmatan yang lainnya. Nabi Yusuf alaihi salam juga membuktikan keteladanan lainnya, salah satunya adalah tidak tertipu atau terperdaya oleh kebahagiaan duniawi. Begitulah yang berlaku pada Nabi Yusuf alaihi salam. Nabi Yusuf alaihi salam dikenali sebagai nabi dengan ketampanan yang lebih. Untuk itu, Zulaikha yang merupakan memiliki tahta kerajaan sangat tertarik kepada nabi Yusuf alaihi salam dan menggodanya untuk  melakukan hal-hal di luar batas pada Nabi Yusuf alaihi salam. Hal ini tentu saja hal-hal yang mendekati kepada perzinaan seperti berkhalwatnya laki-laki dan perempuan di ruang yang tertutup, berdua-duaan, dan juga mengarahkan Nabi Yusuf alaihi salam untuk tunduk pada Zulaikha. Allah berfirman: “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Robbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Surah Yusuf ayat 24)   Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa antara Nabi Yusuf alaihi salam dan Zulaikha ada maksud dan dorongan tertentu untuk berbuat sesuatu yang diluar batas seperti berzina. Akan tetapi Nabi Yusuf laihi salam menyedari dan melihat tanda-tanda Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan beliau lebih takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan itulah keiistimewaan Nabi Yusuf alaihi salam. Pada umumnya, lelaki yang memiliki ketampanan sering kali menggunakannya untuk kepuasan dirinya semata bahkan memanfaatkannya untuk menggoda wanita yang disenanginya. Akan tetapi berbeza dengan Nabi Yusuf alaihi salam. Pada ketika berlaku peristiwa itu, beliau malah masih boleh ingat kepada Allah dan menjauhi hal dan perbuatan yang keji dan mungkar.   Apakah yang perlu kita tahu? Dari kisah cinta Nabi Yusuf alaihi salam tersebut, ada beberapa hal yang boleh diambil hikmah oleh kita sebagai umat muslim. Tentunya hikmah ini dapat kita aplikasikan dalam hidup seharian kita. Nabi Yusuf laihi salam walaupun tampan ia tidak pernah memanfaatkan ketampanannya hanya untuk keperluan pribadi atau sesuatu yang mudharat. Nabi Yusuf alaihi salam tidak pernah sombong apalagi membanggakan diri atas hal tersebut. Nabi Yusuf alaihi salam tidak mengilahkan ketampanannya. Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi lelaki mahupun wanita di zaman ini, bahwa ketampanan mahupun kecantikkan bukanlah di atas segala-galanya, tampan atau cantik bukan menjadi ILAH kita. Walaupun Nabi Yusuf alaihi salam menyimpan hasrat atau perasaan pada wanita tersebut (Zulaikha) ia mampu menjaga dan memeliharanya untuk tidak mengikuti hawa nafsu. Nabi Yusuf alaihi salam mampu menaklukkan hawa nafsu peribadinya agar tidak berbuat yang maksiat.   Persoalannya bagaimana kita mahu mencontohi para nabi? Apakah cara untuk menjaga diri dan nafsu duniawi? Bagaimanakah kita sebagai manusia masih boleh ingat Allah dalam setiap situasi dan keadaan? Jika kita lihat dunia hari ini, kita dikejutkan dengan gejala keruntuhan moral. Pernahkah kita fikir apakah puncanya? Apakah yang menyebabkan manusia kini mudah kalah dengan pengaruh nafsu duniawi? Segalanya berpunca dari iman kita. Sama ada iman kita goyang atau teguh. Iman adalah lahir melalui pengetahuan kita kepada syahadah rukun islam pertama. Syahadah adalah merupakan tapak asas yang kukuh. Tanpa belajar ilmu syahadah maka itulah sebabnya iman menjadi goyang. Itulah yang telah di ajar oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada para sahabat mulia. Menanam benih iman. Malah Iman dan rukun Islam pertama syahadah tidak boleh dipisahkan. Sebab itulah Nabi dan Rasul di utuskan untuk menyampaikan maksud tersebut sebagaimana firman-Nya: Dan Kami tidak menggutuskan seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya “Bahawasanya tida ada ILAH selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (Surah Al-Anbiya’ ayat 25)   Maka carilah pelajarilah bahawa sesungguhnnya Tiada Ilah selain Allah  sebagaimana perintahNya dalam surah Muhammad ayat 19 (Fa’lam Annahu Lailaha illAllah)…

(Sumber  artikel : insansyahadah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s